SEKILAS INFO
: - Monday, 09-12-2019
  • 3 bulan yang lalu / SMK Muhammadiyah 1 lendah ditunjuk untuk melaksanakan program sekolah Model SPMI untuk membangun Budaya Mutu.
  • 3 bulan yang lalu / TIM HW SMK Muhammadiyah 1 Lendah berhasil mendapatkan juara 1 lomba Memasak pada acara Kemah HW Kwartir Kabupaten Kulon Progo dalam rangka Hari Raya Idul Adha
  • 4 bulan yang lalu / Penyerahan Mahasiswa Magang Universitas Ahmad Dahlan Wates Di SMK Muhammadiyah 1 Lendah, Senin 29 Juli 2019
Membatik

membatik adalah menggambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan.

Secara etimologi, kata batik berasal dari bahasa Jawa, “ambhatik” dari kata “amba” berarti lebar, luas, kain; dan “titik” berarti titik atau “matik” (kata kerja dalam bahasa Jawaberarti membuat titik) dan kemudian berkembang menjadi istilah batik, yang berarti menghubungkan titik-titik menjadi gambar tertentu pada kain yang luas atau lebar.

Batik juga mempunyai pengertian segala sesuatu yang berhubungan dengan membuat titik-titik tertentu pada kain mori. Dalam bahasa Jawa, batik ditulis dengan “bathik”, mengacu pada huruf Jawa “tha” yang menunjukan bahwa batik adalah rangkaian dari titik-titik yang membentuk gambaran tertentu. Batik sangat identik dengan suatu tehnik (proses) dari mulai penggambaran motif hingga pelodoran. Salah satu ciri khas batik adalah cara penggambaran motif pada kain yang menggunakan proses pemalaman, yaitu menggoreskan malam (lilin) yang ditempatkan pada wadah yang bernama canting dan cap.

Menurut KRT.DR. HC. Kalinggo Hanggopuro (2002, 1-2) dalam buku Bathik sebagai Busana Tatanan dan Tuntunan menuliskan bahwa, para penulis terdahulu menggunakan istilah batik yang sebenarnya tidak ditulis dengan kata “Batik” akan tetapi seharusnya “Bathik”. Hal ini mengacu pada huruf Jawa “tha” bukan “ta” dan pemakaiaan bathik sebagai rangkaian dari titik adalah kurang tepat atau dikatakan salah.

Video Terbaru

Archives

Statistik Pengunjung